RSS

Unsur – unsur dan Tipe Motivasi

01 Agu

UNSUR DAN TIPE MOTIVASI

  1. Unsur-unsur motivasi

 

Stanley Vance ( 1982 ) mengatakan bahwa pada hakikatnya motivasi adalah perasaan atau keingina seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkandi lihat dari persepektif pribadi maupun organisasi. Robert Dubin ( 1985 ) mengartikan motivasi sebagai kekuatan kompleks yang membuat seseorang berkeinginan memulai dan menjaga kondisi kerja dalam organisasi. Adapun menurut Penulis Motivasi diartikan sebagai stiap kekuatan yang muncul dari diri individu untuk mencapai tujuian tertentu di lingkungan dunia kerja.

Adapun Unsur-unsur motivasi diantaranya adalah :

  1. TUJUAN

Manusia adalah makhluk bertujuan, meskipun tidak ada manusia yang mempunyai tujuan yang benar-benar sama di dalam mengarungi hidup, de4mikian juga organisasi, pasti mempunyai tujuan. Idealnya semua manusia organisasional memiliki motivasi yang tinggi. Manusia organisasional yang memiliki motivasi tinggi sadar bahwaantara tujuan dirinya dengan tujuan organisasi sama sekali tidak terpisahkan walaupun terpisahkan tidak terlalu senjang.

  1. KEKUATAN  DARI DALAM DIRI INDIVIDU

Manusia adalah insane yang memiliki energi, apakah itu energi fisik, otak, mental, maupun spiritual. Energi-energi tersebut berakumulasi dan menjelma daklam bentuk dorongan batin untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu tugas secara tepat waktu. Manusia organisasional bekerja di dalam organisasi semata-mata karena terpanggil untuk berbuat tanpa mengingkari ada maksud-maksud yang ingin dicapai dalam pekerjaan, seperti gaji dan mengisi waktu luang.

  1. KEUNTUNGAN

Bahwa manusia manusia bekerja ingin mendapatkan keuntungan, pemikiran ini sangat manusiawi. Meski harus dihindari pemikiran seperti ini yang hanya ingin bekerja manakala ada keuntungna langsung di peroleh. Keuntungan ini akan menjadi sumber bahayabagi manusia organisasional. Manusia organisasional adalah makhluk normal yang taraf pengabdiannya tinggi sekalipun, dalam proses kerja tidak terlepas dari adanya hasrat ingin meraih sesuatu. Kebijakan manajemen yang bermutu merupakan kunci utama bagi organisasi manusia yang ingin mencapai tujuan hidup. Adapun salah satu ciri manajemen yang baik adalah adanya perencanaan yang baik yang disusun sesuai dengan potensi pendukung untuk mencapai tujuan yang dicapai. Manajer dalam pelaksanaan tugasnya tidak berdiri sendiri, akan tetapi terikat dengan pengikut-pengikutnya.

 

B. TIPE-TIPE MOTIVASI

 

Motivasi merupakan fenomena hidup yang banyak corak dan ragamnya. Secara umum motivasi dapat di klasifikasikan menjadi empat jenis. Diantaranya adalah :

  1. Motivasi Positif

“ Bekerjalah dengan baik !!! Kalau nanti target keuntungan tercapai, A nda akan di beri bonus !! Demikian pernyataan manajer terhadap bawahan nya supaya bekerja dengan baik.. “ Dari kutpan manajer tersebut dapat di simpulkan bahwa motivasi positif adalah Suatu usaha untuk membangkitkan motif dan di arahkan pada usaha untuk mempengaruhi seseorang agar bekerja dengan baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungan kepadanya.

Jenis-jenis motivasi positif antara lain :

  • Imbalan yang menarik
  • Informasi tentang pekerjaan
  • Kedudukan atau jabatan
  • Perhatian atasan terhadap bawahan
  • Kondisi kerja
  • Rasa partisipasi
  • Dianggap penting
  • Pemberian tugas dan tanggung jawabnya
  • Pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang
  1. Motivasi negative

Siapa saja yang sering terlambat dating atau sering membolos akan di potong gajinya, dan jangan berharap Anda akan di promosikan. “. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi negative adalah motivasi yang bersumber dari rasa takut. Motivasi yang berlebihan akan membuat organisasi tidak mampu mencapai tujuan.

  1. Motivasi dari dalam

“ Saya bekerja karena terpanggil untuk itu !! Ada atau tidak ada pimpinan ditempat, saya akan tetap akan bekerja, sesuai dengan target dan tanggung jawab saya !!. Statemen itu mencerminkan kuatnya motivasi dari dalam yang terkandung pada diri karyawan. Jadi motivasi dari dalam adalah motivasi yang berdasarkan kesadaran seseorang dalam bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dengan demikian berarti juga bahwa kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyukai pekerjaan itu. Baginya berbuat adalah suatu kewajiban, paksaan, imbalan yang bersifat ekternal lainnya memang penting, akan tetapi tidaklah lebih penting ketimbang aspek-aspek nirmaterial.

  1. Motivasi dari luar

Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja. Biasanya motivasi ini semata-mata di dorong oleh adanya sesuatu yang ingin di capai dan bersumber dari factor-faktor di luar subjek.

C. KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI

Kepemimpinan dan motivasi merupakan dua hal yang berbeda, meskipun memiliki tautan dalam konteks kerja. Keith Davis mengemukakan bahwa kepemimpinan organisasi hanya merupakan kelompok manusia yang kacau sedangkan arti dari kepemimpinan tersebut adalah factor manusiawi yang mengikat suatu kelompok bersama dan memberinya motivasi menuju tujuan-tujuan tertentu. Jadi antara kepemimpinan dengan motivasi memiliki ikatan yang kuat.

Dari rumusan tersebut antara kepemimpinan dengan motivasi dapat dianalilsis sebagai berikut :

  1. Tanpa kepemimpinan, organisasi tidak lain adalah sekelompok manusia yang kacau, manusia organisasional baik dalam kapasitas masing-masing dan terutama sebagai anggota kelompok di tuntut bisa mencapai tujuan meskipun kehadiran pemimpin sangat berpengaruh untuk memotivasi supaya pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.
  1. Kepemimpinan berkaitan dengan kepengikutan. Kepengikutan ( Followership ) adalah bagian yang paling penting dalam perilaku organisasi. Bahkan ada yang mengatakan kepemimpinan adalah kepengikutan ( leader ship is followership). Dari istilah ini adalah pemimpin yang baik dihasilkan dari pengikut yang baik pula, maksudnya pengikut bukan di persepsi sebagai robot melaikan manusia biasa yang mempunyai perasaan. Tanpa aspek-aspek manusiawi yang di pimpin kepemimpinan akan gagal.
  1. Kepemimpinan mengandung arti kemampuan memotivasi. Kompetensi bawahan terlihat dari motivasi kerjanya. Banyak factor yang mempengaruhi motivasi manusia dalam bekerja, antara lain terpenuhinya kebutuhan yang paling dasar ( Biologis ). Salah satu factor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang adalah gaya kepemimpinan, dengan demikian kepemimpinan dapat di artikan kemampuan motivasi kepada bawahan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 1, 2011 in General

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: