RSS

Maafkan Aku Ayah…………

20 Jul

Sebuah tulisan yang wajib dibaca oleh pengunjung blog saya, karena didalam ceritanya terdapat makna yang begitu mendalam. Meskipun merupakan hasil kutipan tapi tulisan ini sangat bagus dan saya ingin berbagi dengan semua pengunjung blog saya. Sudah 1 tahun lebih artikel ini saya simpan sebelum rusak atau hilang saya ingin berbagi kepada para pengunjung blog saya.

Selamat membaca artikel ini semoga Anda tidak kecewa…

Maafkan aku Ayah….

Si cantik itu meneruskan hidupnya tanpa
kedua tangan dan ia masih belum mengerti
mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…

 

Sepasang suami isteri
seperti pasangan lain di kota – kota besar meninggalkan anak – anak diasuh
pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik
berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan
pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah ia bersama ayun – ayunan
di atas buaian ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain – lain di halaman
rumahnya.

Suatu hari dia melihat
sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya
diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak
kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya…. karena mobil itu
berwarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak itu pun membuat
coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya
bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan
mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya
gambar ibu dan ayahnya, gambar ia sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain
sebagainya mengikuti imajinasinya. Kejadian itu terjadi tanpa disadari oleh si
pembantu rumah.

Saat pulang petang,
teerkejutlah pasangan suami – isteri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli
dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi
masuk ke rumah itu pun terus menjerit. “Kerjaan Siapa ini !!!”…. Pembantu rumah
tersentak dengan jeritan itu berlari keluar..
Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih – lebih
melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukannya pertanyaan keras
kepadanya, dia terus mengatakan “Saya tidak tahu…. tuan”. “Kamu dirumah
sepanjang hari, apa saja yang kamu lakukan ?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar
suara ayahnya, tiba – tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia
berkata “Dita yang membuat gambar itu ayahhh… cantik….kan !” katanya sambil
memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang
kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus
dipukulkannya berkali – kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak
mengerti apa – apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan.

Puas memukul telapak
tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu hanya
mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa.. Si ayah cukup lama
memukul – mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si
ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak
kecil itu membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat
telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka – luka dan berdarah.
Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiraminya dengan air, dia
ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit – jerit menahan pedih saat luka –
lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.

Si ayah sengaja
membiarkan anak itu tidur bersama pembantunya. Keesokan harinya, kedua belah
tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat
saja” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia
tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.
Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.

Tiga hari berlalu, si
ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap
hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu…” jawab pembantunya
ringkas.

“Kasih minum panadol
aja”, jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk
kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam
pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat,
pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.
“Sore nanti kita bawa ke klinik… Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak
sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter menyarankan agar dibawa ke rumah sakit
karena keadaannya sudah serius.

Setelah beberapa hari
dirawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan….”
kata Dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut….

“Ini sudah bernanah,
demi menyelamatkan  nyawanya maka kedua
tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu.

Si bapak dan si ibu
bagaikan terkena halilintar mendengar kata – kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul
si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar
menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari ruang bedah,
selepas obat bius yang disuntikan habis, si anak menangis kesakitan….

Dia juga keheranan
melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya.
Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
menangis.

Dalam siksaan menahan
sakit si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah… Ibu… Dita tidak akan
melakukannya lagi…. Dita tidak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat
lagi… Dita sayang Ayah…. sayang ibu”. Katanya berulang kali membuat si ibu
gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang mbok Narti…” katanya memandang
wajah pembantu rumah., sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah…. kembalikan
tangan Dita. Untuk apa diambil…. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Nanti
bagaimana caranya Dita makan ?…. Dita janji tidak akan mencoret – coret mobil
lagi,” katanya berulang – ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata –
kata anaknya. Meraung –raung dia sekuat hati namun takdir sudah terjadi tiada
manusia dapat menahannya.

Nasi sudah menjadi
bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan
dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus diambil  meski sudah minta maaf….

Tahun demi tahun kedua
orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai pada suatu saat
Sang Aayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis
penyesalannya yang tak bertepi…

Namun…., si anak
dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan
sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya…

(Dikutip dari Performance edisi Januari –
Februari 2010)

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:IN;}

MUHAMAD ARIF AKBAR

Kp. Sukahaji No. 17 RT
42 RW 08

Kel. Nagri Kidul

Purwakarta 41111

Mobile 0856 59901525

E – mail :
arif_akbar88@yahoo.com

 

 

CURICCULUM   VITAE

PERSONAL
DAT
A

                                                                                                                              

            N
a m e         :  Muhamad Arif
Akbar

            Birth             :
Purwakarta, December01, 1988

            Status           :
Single

            Height          :
178 Cm

            Weight         :
64 Kg                                                                                                  Address           :
Kp. Sukahaji No 17 RT 42 RW 08                                                                                                                        Kel. Nagri
Kidul

                                 Purwakarta
41111

                                 Mobile   0856 5990 1525 / 0878 7939 9274

         E – mail        : arif_akbar88@yahoo.com

EDUCATION BACKGROUND

         2009–  Now    LP3I Business College Purwakarta Jurusan Office Management

         2004
– 2007    SMK Negeri 1
Purwakarta

         2001
– 2004    SMP
Negeri1 Purwakarta

         1995
– 2001    SD Negeri
Singawinata IV Purwakarta

SKILL

vDapat mengoperasikan program komputer
Ms. Office ( Word, Excel, Power Point & Database )&penggunaan Internet

v  Memahami Ilmu
Manajemen Dasar

v  Memahami UU RI No.
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

v  Memahami UU RI
No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja

v  Mengerti Akuntansi
dasar

v  Menguasai
Perhitungan Pesangon menurut UU RI No. 13 tahun 2003

v  Menguasai
Perhitungan Program – Program Jamsostek

v  Menguasai Perhitungan
Metode Penentuan Upah

v  Memahami Tentang
Sistem Pemberian Insentif

v  Mengerti Perpajakan
dasar

v  Disiplin dan
bertanggungjawab

v  Mampu bekerja
sendiri maupun team

 

 

HOBBY

 

v  Listen to the Music

v  Watching Movie

v  Fitness

v  Futsal

 

WORK EXPERIENCES

·      PT. STEEL PIPE INDUSTRY OF
INDONESIA

Kawasan Industri
Mitra Karawang

Periode Agustus 2007 – April 2008

As Production Staff

 

·    PT. FUJI TECHNICA INDONESIA

Karawang
International Industrial City (KIIC)

Periode April 2008 – April 2009

As Production Staff

 

·    PT. YAMAHA MOTOR PARTS MFG INDONESIA

            Karawang
International Industrial City (KIIC)

Periode Juni 2009 – Juni 2011

As Production Staff

 

MOTTO

 

“Life is about choices, choose
one and live with it!

Karena
tidak ada yang tidak bisa diperjuangkan dalam hidup!”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2011 in General

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: