RSS

Moral dan Etos Kerja

01 Agu

I.                 Pengertian Moral Dan Etos Kerja

 

Moral kerja berasal dari padanan kata dalam bahasa inggris working morale, yang artinya adalah “kegairahan kerja”. Moral atau kegairahan kerja adalah: “kesepakatan batiniah yang muncul dari dalam diri seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu sesuai yang ditetapkan organisasi”.

Sehingga dapat diartikan bahwa moral organisasi adalah: “kondisi mental individu atau kelompok yang mempengaruhi aktivitas manusia organisasional.

 

Sedangkan etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang.

 

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya moral dan etos kerja mempunyai makna yang tidak jauh berbeda. Etos dan moral kerja didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika.

 

 

II.              Hubungan Antara Moral & Etos Kerja Dengan Produktivitas Karyawan

Selama ini sering dikatakan bahwa moral kerja adalah factor yang paling mempengaruhi produltifitas dari seorang karyawan. Misalnya, jika orang dengan moral kerja rendah pasti produktifitasnya pun tidak bagus Berbagai penelitian yang dilakukan oleh Kazt dan Vroom memperlihatkan tidak ada hubungan yang konsisten antara tingkat moral kerja yang spesifik dengan kinerja produktif karyawan. Kadang-kadang produktivitas tinggi dan moral juga tinggi, tetapi di lain waktu produktivitas rendah meskipun moral kerja tinggi dan sebaliknya.

Dari seluruh survey yang dilaporkan, 54% menunjukkan bahwa moral yang tinggi berkaitan dengan produktivitas yang tinggi; sementara 35% lainnya menunjukkan bahwa moral tidak berhubungan dengan produktivitas; dan 11% lainnya menyebutkan moral tinggi berhubungan dengan produktivitas yang rendah. Hubungan itu tidak mutlak, tetapi terdapat cukup banyak data yang mendukung bahwa memberi perhatian pada karyawan berpengaruh terhadap meningkatnya produktifitas  karyawan. Korelasi yang rendah itu berarti bahwa selain sikap kerja tentu banyak faktor lainnya yang juga mempengaruhi produktivitas.

 

 

III.          Tiga Persepsi yang Mempengaruhi Tingkat Moral

 

Kemungkinan gejala hubungan antara produktivitas dengan tingkat moral harus dipertimbangkan dari tiga persepsi yang mempengaruhi tingkat moral seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu

  • Persepsi karyawan terhadap keadaan organisasi yang tidak dapat dikendalikannya, seperti pengawasan, kerja sama dengan rekan sekerja, dan kebijakan organisasi terhadap pekerja.
    Bila faktor tersebut dipandang menyenangkan bagi karyawan, moral kerja akan cenderung tinggi
  • Persepsi karyawan terhadap tingkat kepuasan yang diperoleh dari imbalan yang diterima
  • Persepsi karyawan terhadap kemungkinan untuk mendapatkan imbalan dan masa depan serta kesempatan untuk maju. 

 

IV.          Pemeliharaan Moral dan Etos Kerja

Seiring dengan tujuan organisasi yang ingin dicapai bersama-sama dan dengan hasil yang memuaskan, maka moral kerja yang baik sangat diperlukan agar dasar-dasar dan tujuan organisasi tidak keluar dari koridor yang seharusnya. Maka dalam hal ini, pemeliharaan moral kerja sangat diperlukan. Pemeliharaan moral kerja yang tinggi harus dianggap sebagai tanggung jawab manajemen yang permanen, karena sekali moral kerja merosot, maka dibutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya kembali. Moral kerja yang jelek dapat menimbulkan pemogokan, pemerkerjaan karyawan yang berlebihan, kepura-puraan, dan berbagai reaksi lainnya. Selanjutnya moral kerja yang rendah dapat mempunyai akibat jangka panjang dan jauh lebih merusak organisasi daripada hilangnya produktivitas temporal. Bakat manajerial dan profesional kiranya akan jauh lebih berkembang bila moral kerja dipertahankan pada suatu tingkat yang tinggi, dan gambaran yang diberikan perusahaan terhadap karyawan baru yang prospektif dapat sangat menunjang kondisi moral kerja intern secara luas. Oleh karena itu perlulah untuk terus menerus menganalisa kekuatan yang mempengaruhi moral kerja dan mengambil langkah langkah yang tepat guna memeliharanya daripada bereaksi setelah keadaan yang serius muncul.

 

 

 

V.              Penutup

Pada bagian akhir dari laporan tugas ini, kami ingin menyimpulkan bahwa pada dasarnya moral dan etos kerja yang baik sangat diperlukan dalam rangka pencapaian suatu tujuan organisasi. Tetapi, disamping itu masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat produktifitas karyawan. Seperti, motivasi, dll. Oleh karena itu, pemeliharaan moral kerja yang tinggi sangat diperlukan. Dan dalam hal ini dapat dianggap bahwa hal ini merupakan tanggung jawab dari manajemen. Dan dapat dipastikan bahwa pihak manajemen haruslah orang yang mempunyai jiwa dan sifat-sifat kepemimpinan yang baik agar dapat terus memotivasi bawahannya agar tetap mempunyai moral dan etos kerja tinggi sehingga produktifitas dapat terus terjaga.

Demikian laporan tugas ini kami buat. Kami mohon maaf atas semua kekurangan yang ada. Kritik dan masukan yang membangun sangat kami harapkan untuk menjadi bahan perbaikan di masa yang akan datang. Tidak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan tugas ini.

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 1, 2011 in General

 

One response to “Moral dan Etos Kerja

  1. hilmi

    Mei 29, 2012 at 12:58 pm

    mungkin untuk laporan lengkapnya bisa di tampilkan mas…..
    itung2 sebagai tambahan referensi bagi penulisan selanjutnya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: